FF [Jiyeon Yoona => Sister] Ottakhajo Onni???

-Jiyeon’s POV-

Melangkah dengan teramat pelan. Ah, bukan melangkah tapi menyeret  kaki menuju kamar kakak. Bukannya takut seretan langkah ini akan mengganggunya, lebih kepada tak ingin ada benda yang jatuh karena seretanku. Perlahan namun pasti aku sampai disana, kamar kakakku dan juga suaminya. Kamarnya tak dikunci. Aku tahu itu. Inilah yang membuatku yakin dia masih menyayangiku sebagai adiknya. Walaupun Ia tak sebaik dahulu terhadapku tapi dia pasti tau aku tak akan bisa tidur sebelum mendapat pelukannya.

Kudekati ranjang king size itu. Merebahkan diri disamping kakak. Merapatkan tubuh agar hangatnya bisa menenangkanku. Tubuh kakak benar-benar hangat. Kami tak sedarah, namun aliran darah yang ada ditubuhnya memberikanku lebih dari sekedar kehangatan.  Detak jantungnya bagaikan lagu pengantar tidur untukku. Sungguh kenyataan yang teramat indah aku bisa merasakan hidup bersamanya. Sayang, aku tak mungkin untuk tidur disini. Tak mungkin melelapkan diri dipelukan kakak.

Tak tahu sudah berapa lama begini, namun saat merasa sudah cukup, dengan berat hati aku bangkit. Iseng, aku pergi ke sisi lain tempat tidur. Hanya memastikan apakah suami kakak sudah pulang? Mengingat dia adalah orang yang cukup sibuk. Betapa beruntungnya aku kalau dia belum pulang. Karena aku bisa tidur disini dan memeluk kakak lebih lama lagi.

Mencoba meraba dan kutemukan sosok itu. Ternyata dia adalah suami yang baik. Tak meninggalkan istrinya walaupun dengan kesibukan yang gila. Tak salah kakak memilihnya.

Dan sekarang aku benar benar harus keluar. Bagaimanapun ini bukanlah kamarku dan kakak lagi. Tak mungkin aku berlama lama disini walau aku ingin. Lagi, aku menyeret langkah untuk keluar dari kamar ini.

***

-Yoona’s POV-

Ah, lagi lagi malam ini seperti ada seseorang yang memelukku. Sebulan terakhir, sejak aku menikah dan setiap malam akan ada orang yang sepertinya memelukku. Suamiku? Aku sudah berulang kali menanyakan kepadanya dan jawabannya selalu sama. Tidak! Ia tak pernah melakukannya. Lagipula tak mungkin lengan suamiku begitu kecil. Walaupun terlelap aku tetap bisa merasakannya. Dan anehnya itu hanya terjadi disaat aku tak mengunci pintu kamar. Satu lagi, aku begitu yakin kalau dia adalah perempuan.

Tak seperti sebelumnya yang hanya diam tak menghiraukan. Kali ini aku membuka mata, tetapi tak menemukan siapapun. Melirik kearah lain dan yang kudapati adalah hal yang tidak menyenangkan. Adik-angkat-ku tengah mengusap wajah suamiku. Dengan senyum tenang diwajahnya. Inikah balasanmu kepadaku Park Jiyeon?

-Author’s POV-

Im Yoona dan Park Jiyeon. Jiyeon yang dahulunya hanya seorang adik kelas Yoona, namun akhirnya diangkat menjadi adik oleh Yoona karena Yoona terlalu menyayanginya. Didukung oleh keadaan Jiyeon yang memang hanya sendiri di Seoul. Orang tuanya sudah lama tiada. Dan saat kelas 3 SMP dia menemukan keluarga baru yaitu Yoona.

Mereka sangat dekat. Sangat dan terlalu dekat. Kau tak akan menyangka jika mereka hanyalah saudara angkat. Jiyeon begitu menyayangi  dan menghormati Yoona. Tak ubahnya dengan Yoona. Tak pernah sekalipun kata kata kasar dilontarkan kepada adik tercinta. Menyakitinya sungguh tak pernah terfikirkan.

Walau kedekatan itu sekarang harus sedikit renggang. Dikarenakan seorang anggota baru dikehidupan mereka. Yesung, suami Yoona. Sekarang pehatian Yoona sudah terbagi. Tak lagi untuk Jiyeon seorang. Mereka yang biasanya sampai saat akan tidurpun masih berbincang dan tidur dengan berpelukan, sekarang sudah tak mungkin. Bagaimanapun Yoona sudah menjadi istri orang. Dan bukan hanya itu, ada satu hal lagi yang membuat hubungan itu benar-benar renggang. Komunikasi.

***

-Jiyeon’s POV-

Tok tok

Jendela kamarku diketuk oleh seseorang. Aku yakin itu pasti dia. Dia tak lupa dengan janjinya. Dan jika aku boleh beranggapan, dia adalah orang yang sangat baik. Walau belum lama mengenalnya.

Kubuka jendela kamar agar Ia bisa masuk. Kenapa dia tak lewat pintu depan dan harus melewati jendela kamar layaknya maling? Permintaanku yang dengan senang hati dikabulkannya. Terlalu malas untukku berjalan kepintu depan.

“Menungguku?” sudah kubilang. Itu pasti dia, suaranya sangat khas untuk pendengaranku. Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Minggir kekanan sedikit, aku mau lompat” titahnya dan segera kulaksanakan.

Inilah hal yang selalu kulakukan kalau kakak tak ada dirumah. Sejak aku tak lagi kuliah dan kakak masih tetap pada pekerjaannya, yang kulakukan hanya mendekam rumah. Diam dikamar tak pergi kemana mana. Sedikit berbeda kalau dia datang kesini. Lebih ramai dan lebih menyenangkan. Dia selalu bercerita tentang apa yang dilakukannya di hari sebelumnya. Tentang kegiatan kampusnya, tentang teman-temannya, bahkan tentang keluarganya.

“Kemarin ada kejadian menyeramkan dikampus” Seungho-dia yang datang kekamarku-  sepertinya akan memulai ceritanya. Sedangkan aku hanya membalas dengan ekspresi wajah yang –menurutku- tampak penasaran dan tertarik dengan kelanjutan ceritanya. Hanya dengan itu tanpa disuruh pun dia sudah melanjutkan apa yang akan dibicarakannya. Bicaralah, karena apapun yang kau katakan akan ku dengarkan tanpa bantahan.

***

-Yoona’s POV-

Aku mencurigai adikku menyukai suamiku. Bukan tak beralasan, tapi semenjak aku menikah hubungan ku dan dia jauh dari kedaan dahulu. Entah kenapa aku selalu merasa dia mencari perhatian suamiku.

Pagi ini saat aku duduk memperhatikan disini, sementara suamiku menjalankan kegiatan rutinnya. Membaca koran di ruang tamu. Dan apa yang kulihat? Lagi, Jiyeon mencoba untuk menggapai wajah suamiku.

Sangat beralasankan untukku mencurigainya? Tapi sungguh, aku belum mau menanyakan langsung kepadanya. Aku tak mau menyakiti hatinya. Disisi lain aku sangat mencintai  Yesung, benar benar mencintainya. Tapi  aku juga  tak ingin membenci Jiyeon. Bahkan terfikirkanpun tidak. Bicara, aku harus bicara dengannya.

Saat ia berbalik kearah kamarnya, aku segera mengikuti dibelakang.

“Jiyeon-ah, boleh onni bertanya padamu?” dia segera berbalik,  sejurus kemudian dia menganggukkan kepala.

“onni tidak punya waktu banyak, tapi onni benar benar penasaran tentang hal ini. Apa kau sedang menyukai seseorang?” aku langsung menuju topik tanpa bertele tele. Dan dengan senyum yang sangat cerah disertai anggukan semangatnya aku sudah sangat tahu. Tapi, benarkah kau menyukai Yesung? Suamiku? Suami kakakmu?

-Jiyeon’s POV-

Seperti yang kuduga, kakak sangat mengerti tentang aku. Bahkan ia tahu aku sedang menyukai seseorang. Ya,ku rasa aku menyukai Seungho.

Sayang, Seungho tak bisa datang hari ini. Tapi dia berjanji akan datang lusa. Tak ada kegiatan yang bisa kulakukan lagi, aku menerobos kamar kakak. Mencari lemari pakaiannya. Aroma tubuh kakak begitu nyaman untuk selalu kuhirup. Aku mencari pakaiannya dan terus menciumnya. Andai kakak disini tak perlu aku melakukan ini. Aku bisa langsung memeluknya.

***

-Yoona’s POV-

Pukul 01.00 tengah malam. Aku sengaja tidak tidur untuk memastikan kecurigaan ku selama ini tidak benar. Menunggu apakah Jiyeon akan datang lagi kesini sekedar untuk menyentuh wajah suamiku. Aku sangat berharap itu tak akan terjadi.

Dan itu hanya tinggal harapan saat aku melihat siluet orang lain didepan pintu kamarku. Tak lama sesudahnya knop pintu bergerak. Jiyeon, kau benar benar mengecewakanku.

-Jiyeon’s POV-

Tak bisa terpejam. Aku tak bisa terlelap. Sehari tak ada yang menceritakan apapun untukku. Sehari tanpa memeluk kakak. Aku benar benar tak bisa tidur. Aku harus kekamar kakak.

Entah sudah jam berapa sekarang tak kufikirkan. Yang kutahu hanya penerang bumi masihlah bulan, belum digantikan oleh matahari. Menyeret langkah keluar dan menuju tempat yang akan bisa membuatku tertidur. Namun, saat aku sampai didepan pintu kamar yang sangat kuhafal letaknya itu aku terdiam sebentar. Beberapa detik barulah aku meraih knop pintu, mencoba membuka tanpa menimbulkan suara. Ah, benar benar sayang. Pintu ini dikunci, mungkin Yesung oppa yang menguncinya. Pada akhirnya aku membalikkankan langkah dengan terpaksa.

***

-Author’s POV-

Hening. Itulah yang bisa menggambarkan kedaan meja makan itu saat ini. Tak ada yang berusaha untuk memecahnya. Sampai seseorang menjadi jenuh. Dia memecah…

“Jiyeon-ah, kau menggunakan lipstick?” Yesung sebagai satu satunya lelaki di meja makan itu menanyakan hal yang sama sekali tak penting sekedar untuk memecah keheningan yang membelenggu tadi. Gadis yang ditanyai tadi menggukkan kepala cepat dan berulang. Tanda yang dikatakan Yesung tadi adalah hal yang tepat.

“mencoba menarik perhatian seseorang Jiyoen-ah?” Yoona bertanya dengan nada manis yang terkesan sedikit sinis. Namun dengan polosnya gadis itu mengagguk dengan semangat lagi. Kali ini juga ditambah dengan cengirannya.

“hei, menarik perhatian siapa?” Yesung berbisik ketelinga istrinya. Bukannya menjawab sang istri malah menyampaikan pertanyaan lain kepada sang adik.

“kau benar benar menyukainya?” tak dengan nada manis, tapi dengan nada mengintimidasi. Dasarlah seorang Park Jiyeon gadis yang teramat polos dia mengangguk lagi dengan semangat. Emosi yang sedari tadi ditahan Yoona akhirnya meluap. Dengan kasar direnggutnya lengan Jiyeon dan segera menariknya. Tak peduli dengan Yesung yang terkejut dibelakangnya.

-Jiyeon’s POV-

Demi tuhan, apa yang terjadi? Kenapa kakak menarikku dengan kasar seperti ini? Apa yang salah denganku? Apa yang salah dengan jawabanku tadi?

‘Kak, sakit kak. Kumohon lepaskan.  Apa salahku?’ Ingin rasanya aku menyampaikan itu. Tapi aku bisa apa? Apapun yang kukatakan tak mungkin bisa dimengerti kakak. Tuhan kumohon, tanyakan kepada kakak, apa salahku? Berikan aku suara saat ini tuhan….

-Author’s POV-

Komunikasi. Yup, hal inilah yang menjadi penyebab utama renggang nya hubungan dua saudara itu. Jiyeon, dia buta dan bisu. Suatu kejadian merenggut penglihatan dan pita suaranya. Sejak saat itu tak ada lagi komunikasi yang begiru berarti. Yoona mencoba menyibukkan diri agar Ia tak perlu bertemu Jiyeon. Karena hal itu akan menjadikan rasa bersalah dalam dirinya semakin besar. Ia secara tidak langsung ambil bagian dalam peristiwa naas yang menyebabkan Jiyeon kehilangan dua kemampuan vital itu.

Mencari kesibukan diluar dan akhirnya bertemu dengan suaminya sekarang. Yoona sangat mencintai Yesung. Bahkan Yoona, yang awalnya adalah seorang model mau melepaskan pekerjaan itu agar Ia bisa bekerja di perusahaan Yesung. Wajarkan dia kalap saat mengetahui orang lain juga menginginkan suaminya?

Sementara Jiyeon sejak kehilangan penglihatan dan suaranya lebih senang berdiam dikamar. Dan pertemuan tak sengaja dengan Seungho, -yang pada waktu itu hanya sekedar lewat. Dengan beraninya pemuda itu mengetok jendela kamar Jiyeon dan segera masuk- membuatnya mempunyai teman.  Hampir tiap hari, saat kakaknya tak ada Seungho datang.

Sebuah kesalahpahaman. Dia mengira sang kakak mengetahui tentang Seungho, makanya dengan semangat dia selalu mengangguk saat ditanyai hal yang sama. Namun yang ditangkap sang kakak berbeda. Membuatnya kehilangan kesadaran. Sampai dengan teganya Ia mengguyur tubuh adiknya. Menghempaskan tubuh itu ke dinding. Dan berakhir dengan membenamkan sang adik ke bath up.

Sementara itu dikamar Jiyeon…

Tok tok

“Jiyeon-ah” Seungho melihat kedalam melalui kaca. Tak ada siapa siapa dikamar itu. Yang ditemukannya hanya kasur acak acakan dengan berbagai alat make up diatasnya. Seungho mendorong sedikit jendela itu dan ternyata tidak terkunci. Tanpa izin dari siapapun Ia langsung melompat masuk.

“Yoona, kenapa kau? Mau kau apakan Jiyeon?” teriakan Yesung terdengar sampai ke telinga Seungho. Mendengar nama Jiyeon disebut sebut ia langsung berlari menuju asal suara. Ia berhenti tepat didepan Yesung yang sedang berusaha mendobrak pintu kamar mandi. Dan saat melihat itu perasaan Seungho benar benar kacau.

“Jiyeon? Dia kenapa?” Seungho menepuk pundak Yesung tanpa tahu pada siapa Ia bertanya.

“Kau siapa? Ah, tak penting. Tolong aku mendobrak pintu ini. Aku takut akan Jiyeon” Yesung berkata dengan nada panik luar biasa. Ia mengenal bagaimana istrinya, tapi Ia tak pernah tau tentang ini.

“Hana, dul, set” dan di hitungan ketiga pada percobaan kesekian kali pintu itu menjeblak terbuka.

“Astaga! Jiyeon!” tanpa pikir panjang Seungho langsung menghampiri Jiyeon yang terlihat hampir pingsan di bath up. Dia benar benar benar diambang kesadaran. Dengan seluruh tenaga yang Ia punya Seungho membawa Jiyeon keluar bermaksud membawanya ke Rumah Sakit secepat yang Ia bisa.

“Yoona! Apa yang kau lakukan?” sementara itu Yesung menghampiri Yoona yang terduduk di lantai. Ia hanya menangis dan mengacak ngacak rambutnya.

“dia menginginkanmu oppa, aku tak mau” meracau tak jelas dan akhirnya dia mendapat pelukan hangat suaminya. “tenangkan dulu dirimu”

***

Disinilah Yoona dan Yesung sekarang, Incheon International Airport. Yoona menangis meraung raung. Tak peduli dengan tatapan orang disekitarnya.

Dua jam setelah kejadian itu sebuah surat sampai kerumah mereka. Surat dari adiknya, adiknya yang hampir terbunuh oleh tangannya sendiri.

Onni, aku sekarang mempunai teman berbicara

Yah, tidak bisa dibilang teman bicara, karena hanya dia yang berkata sementara aku diam mendengarkan.

Tapi dia teman yang sangat baik

Dan serunya dia mengerti apa yang akan kukatakan hanya dengan melihat gerakanku.

Padahal itu hanya gerakan yang kubuat. Bukan bahasa isyarat formal.

Dia juga menawarkan aku untuk menjalani pengobatan mata di Amerika.

Aku sudah menyetujuinya onni, maaf karena tidak meminta izinmu.

Dua hari lagi dia akan datang dan menjemputku.

Onni doakan aku bisa melihat lagi dan melihat senyum onni lagi ^^

P.S : aku Yoo Seungho

Aku yang menulis surat ini berdasarkan apa yang disampaikan Jiyeon kepadaku.

Satu hal. Tak taukah kau Kim Yoona?

Orang yang hampir kau bunuh ini ingin kembali bisa melihat hanya karenamu.

Dia ingin melihat senyummu yang sudah lama tak dirasakannnya, pelukan sebelum tidurmu yang sudah tak ada lagi untuknya. Bahkan dia sampai menyusup kekamarmu hanya untuk memelukmu.

Maaf aku membawanya tanpa perizinan mu. Tapi penerbangan tak bisa ditunda.

 

Hanya itu. Tak ada petunjuk lain yang diberikan. Petunjuk untuk mengetahui dimana adiknya berada. Tak ada, sekarang dia benar benar kehilangan adiknya. Walau tak selamanya, tapi cukup lama. Nikmatilah waktu itu Yoona. Belajarlah untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum kau  menuduhnya. Agar tak ada lagi orang yang akan meninggalkanmu.

13 thoughts on “FF [Jiyeon Yoona => Sister] Ottakhajo Onni???

  1. wah keren nih ceritanya, pa lagi couple yang disukai…
    suka banget Ye~Yoon couple, Ji Yeon + Seung Ho…
    buat lagi donk couple mereka…
    btw, klo bisa wallpaper~nya diganti, soale tulisannya jadi ga kelihatan…
    mianhae yah….

  2. ya ampun, knapa aq bru ktmu nie ff ya..
    pdhal nie ff bgus lg..
    aq g ngira lho sie jiyeon tu buta n tuli..
    knpa lgsung maen hakim sich si yoona..
    namany jg cmbru buta..
    adakh squelny???

  3. ini kayak MV brown eyed girls cleansing cream yaa tapi dg artian berbeda. kalau di MV itu maksudnya seorang adik yg pingin bgt berpenampilan sempurna sprti kakaknya yg pny suami, tp krn keterbatasan fisiknya dia dandan smpe cemong” gitu. karena kakaknya kesel dan ngerasa miris, dia marah dan narik adiknya ke kamar mandi utk bersihin mukanya… sdngkn FF ini ttg salah paham gitu. hhuhu, sedih T.T

  4. ff ny bgus….eonnie hebat
    apalagi couple ny cocok bget jiyeon m seungho yesung m yoona
    yeyoonnnn….
    #teriak pke toaa

    ada squel ny gk?
    buat ff yeyoon donk !!!
    #REMPONG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s